Domo-kun Waving His Hands FELITA'S BLOG: Sinopsis Novel Surat Kecil Untuk Tuhan

Kamis, 06 Februari 2014

Sinopsis Novel Surat Kecil Untuk Tuhan



Surat Kecil Untuk Tuhan
       Keke adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun. Ketikadivonismemilikipenyakitkankermematikantersebutdalamwaktu5hari.

     Hati ayahnya hancur ketika tahu jalannya operasi itu harus membuat Keke kehilangan sebagian wajahnya. Sedangkan Keke mulai bertanya mengapa diwajahnya mulai tumbuh gumpalan sebesar buah kelapa. Tak ingin melukai hati anaknya, sangayahbersertakeluargamerahasiakankankeritupadaKeke.

     Namun perlahan Keke mulai menyadari dirinya bukan sakit biasa, ia sadar hidupnya tak mungkin akan bertahan lama dengan pandangan mata yang mulai buta oleh kanker. Walau akhirnya ia tahu ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidakmarahpadasiapapunyangmerahasiakanpenyakitmautitupadanya.
     Ia memberikan senyum kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. Tuhan menunjukkan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjangpadanyauntuklepasdarikankeritusesaat.

     Perjuangan Keke melawan kanker membuahkan hasil, Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Keberhasilan dokter Indonesia menyembuhkan kasus kanker yang baru pertama kali terjadi pada putri Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya.

     Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat, Keke sadar napasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernapas lebih lama dari vonis lima hari bertahanhinggatigatahunlamanya.

     Dokter menyerah terhadap kankernya, di napasnya terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya, terjadi padasiapapun.
 
     Napasnya telah berakhir 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi. Ribuan air mata berjatuhan ketika biografi pertamanya dikeluarkan secara online. Pesan Keke terhadap dunia berhasil menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar